Selamat Datang di Blog Stefanus Sule Tandi - Blog "PENDIDIKAN DAN GERAKAN PRAMUKA" - Salam Damai

Sabtu, 15 November 2014

Isyarat Morse


Salam Pramuka!

Di dalam Kepramukaan sering digunakan isyarat, salah satunya adalah isyarat morse. Isyarat Morse adalah isyarat yang menggunakan kombinasi titik dan garis. Isyarat ini ditemukan oleh Finley Breese Morse (FB Morse: 1791-1872). Alat yang diciptakannya adalah telegraph pada tahun 1835 yang dibuatnya dari bahan sederhana seperti canvas tua, baterei buatan sendiri, dan jam tua untuk menggerakkan kertas dimana garis dan titik akan direkam. 

Morse mengajukan hak paten untuk telegraphnya pada tahun 1837 dengan bantuan teman-temannya, dan pada tahun 1851 barulah huruf morse diterima dan digunakan diseluruh dunia.

Ada beberapa cara mengirimkan berita dengan menggunakan kode morse seperti dengan bunyi genderang, asap, terompet, cahaya, api, lambaian tangan, peluit dan bendera. Bendera morse dibuat dari warna yang sesuai dengan latar belakang tempat mengirim berita agar bendera dapat dilihat dari jauh dengan jelas seperti warna hitam dan putih. Titik dikirimkan dengan memutar bendera membuat angka delapan di bagian atas kepala dan garis dengan memutar bendera membentuk angka delapan di sekitar pinggang bawah. Untuk peluit menggunakan bunyi pendek sebagai titik dan bunyi panjang sebagai garis. Boleh dikatakan bahwa dalam mengirimkan berita menggunakan kode morse ini selalu berdasarkan pada titik dan garis, caranya tergantung pada alat yang digunakan berdasarkan kesepakatan bersama agar tidak menimbulkan kesalahan dalam mengirim atau menerima berita.

Berikut adalah simbol morse untuk setiap abjad:




Demikian sekilas tentang isyarat morse, semoga berguna.
"Salam Damai".


Sabtu, 08 November 2014

Golongan Peserta Didik Gerakan Pramuka


Salam Pramuka!

Pendidikan kepramukaan dalam sistem pendidikan nasional termasuk dalam jalur pendidikan nonformal yang diperkaya dengan pendidikan nilai-nilai Gerakan Pramuka dalam membentuk kepribadian yang berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, dan memiliki kecakapan hidup.

Peserta didik Gerakan Pramuka adalah warga negara Indonesia yang berusia 7 sampai dengan 25 tahun. Peserta didik Gerakan Pramuka terdiri dari Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak, dan Pramuka Pandega.

Berikut adalah golongan peserta didik dalam pendidikan Gerakan Pramuka:

1. Pramuka Siaga

Pramuka siaga adalah anggota muda Gerakan Pramuka yang berusia 7 sampai 10 tahun. Pada usia ini mereka memiliki sifat unik yang sangat beraneka. Pada dasarnya mereka merupakan pribadi-pribadi yang aktif dan tidak pernah diam. Sifat unik siaga merupakan kepolosan seorang anak yang belum tahu resiko dan belum dapat diserahi tugas dan tanggungjawab secara penuh. Sifat yang paling menonjol adalah keingintahuan yang sangat tinggi, senang bernyanyi dan menari, agak manja, suka meniru, senang mengadu, dan sangat suka dipuji.

Kehidupan siaga masih berkisar di seputar keluarga sebagai pusat aktivitasnya. Atas dasar tersebut Pramuka siaga dikiaskan sebagai "keluarga bahagia" dimana terdapat ayah, ibu, kakak, dan adik. Wadah pembinaannya disebut sebagai "perindukan" yang mengkiaskan bahwa siaga masih menginduk pada ayah dan bundanya (keluarganya). Formasi barisan upacaranya berbentuk lingkaran yang berarti dunia siaga masih dilindungi dan dibina sepenuhnya oleh pembinanya, sehingga boleh dikatakan bahwa norma dan tata nilai bagi siaga mencerminkan kepribadian pembinanya.

Perindukan siaga dibagi kedalam kolompok yang disebut "barung" yang beranggotakan idealnya 6 orang siaga. Pemimpin barung utamanya disebut "sulung" yang dipilih dari para pemimpin barung sedangkan pembinanya disebut "Yanda" dan "Bunda".  Nama barung diambil dari nama warna seperti barung merah, barung biru, dan sebagainya. Kegiatan Pramuka Siaga adalah kegiatan yang menggembirakan, dinamis, kekeluargaan, dan berkarakter. Pembina adalah kunci pokok dalam latihan atau kegiatannya. Tingkatan kecakapan umum bagi Pramuka siaga yaitu: Siaga Mula, Siaga Bantu, dan Siaga Tata. Pertemuan besar Siaga disebut Pesta Siaga, pertemuan ini bersifat kreatif, senang-senang, rekreatif, edukatif dan banyak gerak. Pesta siaga dapat berbentuk: bazar siaga, permainan bersama, wisata pendidikan, perkemahan sehari, dan karnaval siaga.


2. Pramuka Penggalang

Pramuka Penggalang adalah peserta didik dalam Gerakan Pramuka yang berusia antara 11 sampai 15 tahun. Golongan usia ini termasuk dalam kelompok remaja dan telah meninggalkan masa kanak-kanak serta sedang menuju ke masa dewasa. Remaja merupakan salah satu periode kehidupan yang dimulai dengan perubahan biologis pada masa pubertas dan diakhiri dengan masuknya seseorang kedalam tahap kedewasaan. Perubahan fisik merupakan transformasi yang paling jelas dialami remaja.

Secara umum Pramuka Penggalang mempunyai kondisi jiwa seperti berfikir kritis, emosional, pengaruh kelompok sebaya sangat kuat, memerlukan dukungan orang tua bila mengalami kekecewaan, menyenangi prilaku yang penuh kejutan dan tantangan, permainan kelompok/ tim sangat menarik baginya. Ciri khas prilaku mereka umumnya senang bermain dan berlari, senang bergerak dan mencoba-coba, senang mengembara, suka menyanyi, teriak-teriak, senang akan sikap heroik, suka bertanya, cepat bosan, selalu ingin hal-hal baru, perhatian terpusat pada teman sebaya.

Nama Penggalang diambil dari kiasan dasar Gerakan Pramuka yang bersumber pada perjuangan bangsa dalam meraih kemerdekaan yaitu "masa menggalang persatuan" yang diwujudkan dalam ikrar sumpah pemuda. Kelompok kecil penggalang disebut regu (gardu tempat berjaga) yang beranggotakan 6 sampai 8 orang sedangkan kumpulan 3 sampai 4 regu disebut pasukan (pa-suku-an), yang berarti tempat suku berkumpul atau satu kelompok prajurit. Kiasan hidup penggalang adalah menjelajah wilayah baru dengan teman sebaya. Nama Regu diambil dari nama bunga atau tumbuhan untuk putri dan nama binatang untuk regu putra. Pembinanya disebut Kakak dan sistem pembinaannya menggunakan satuan terpisah. Pimpinan regu utamanya disebut Pratama yang dipilih dari pimpinan-pimpinan regu. Pratama memimpin 1 pasukan yang idealnya terdiri dari 32 orang.

Formasi upacaranya sudah lebih luas dibandingkan pramuka siaga yang berbetuk barisan angkare (barisan berbentuk huruf U). Simbol barisan ini mengkiaskan bahwa penggalang mulai diperkenankan melihat dunia luar dan pembina sudah dapat melepaskan anggota penggalangnya dalam pelaksanaan tugas melalui pemimpin-pemimpin regu dan wakilnya yang menjadi tulang punggung regunya. Kegiatan Pramuka Penggalang berupa hiking, climbing, mountainering, pionering, camping, bakti masyarakat, gladian pimpinan regu, lomba tingkat, kemah bakti penggalang, jambore.


3. Pramuka Penegak

Pramuka Penegak adalah anggota muda Gerakan Pramuka yang berusia 16 sampai 20 tahun. Pembinaan golongan penegak merupakan tahapan pembinaan setelah pramuka penggalang. Jika penggalang dikiaskan sebagai masa pemuda menggalang persatuan bangsa maka Penegak dikiaskan sebagai masa pemuda menegakkan kemerdekaan bangsa yang ditandai dari peristiwa proklamasi kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Secara umum usia masa penegak disebut masa sosial atau masa remaja awal yaitu masa pencarian jati diri, memiliki semangat yang kuat, suka berdebat, kemauannya kuat, agak sulit mencegah kemauannya apabila tidak melalui kesadaran rasionalnya, ada kecenderungan agresif, dan sudah mengenal cinta dengan lain jenis.

Satuan terkecil dalam Pramuka Penegak disebut "Sangga" yang terdiri dari 4 sampai 8 orang. Sangga berarti gubug atau rumah kecil tempat penggarap sawah. Nama sangga disusun sesuai kiasan dasar yakni sangga perintis, sangga penegas, sangga pencoba, sangga pendobrak, sangga pelaksana. Nama sangga diambil dari cerminan sifat-sifat baik yang menonjol yang akan ditiru oleh anggota sangga. Gabungan sangga disebut Ambalan yang idealnya terdiri dari 12 sampai 32 Pramuka Penegak atau 3 samapi 4 sangga. Kata ambalan diambil dari bahasa Jawa "ambal-ambalan" yaitu kegiatan yang dilakukan terus menerus. Ambalan juga disebut sekumpulan orang yang sedang melakukan suatu pekerjaan. Nama Ambalan diambil dari nama tokoh Pahlwan atau tokoh kerajaan dalam pewayangan atau legenda. Ambalan dipimpin oleh seorang ketua yang disebut Pradana yang dipilih melalui musyawarah. Proses pembentukan jiwa dan mental dunia kepenegakan dilakukan melalui Sandi Ambalan yang dibaca dan dihayati pada setiap upacara penutupan latihan serta melalui renungan jiwa sebagai sarana intropeksi diri seorang penegak.

Bentuk barisan upacara Penegak berupa barisan yang terbuka yakni bersaf satu lurus yang mengkiaskan bahwa Penegak sudah dibebaskan melihat dunia luar. Kepenegakan berarti latihan ke arah kemandirian dan tidak menjadi beban orang lain, persaudaraan bakti, mendidik diri sendiri dengan menambah kecakapan sebagai bekal pengabdian yang berguna bagi masyarakat, memilih cara hidup dengan berpedoman pada Trisatya dan Dasadarma. Bentuk kegiatan kepenegakan meliputi: bina diri, bina satuan, dan bina masyarakat. Hubungan pembina dan anggota sangga atau pramuka penegak merupakan hubungan kakak dan adik. Sistem pembinaan pun menggunakan sistem satuan terpisah. Untuk menambah kecakapan, Pramuka Penegak dapat bergabung dengan Satuan Karya (SAKA) yang ada.


4. Pramuka Pandega

Pramuka Pandega adalah anggota muda Gerakan Pramuka yang berusia 21 sampai 25 tahun, yang juga disebut sebagai Senior Rover. Masa ini adalah masa pembentukan kemandirian, masa mempersiapkan diri untuk berkarir, dan membentuk idiologi pribadi yang di dalamnya juga meliputi penerimaan terhadap nilai dan sistem etik. Pada masa ini juga kemampuan kognitifnya terus bertambah yang mengarah kepada peningkatan potensi, donia sosialnya meningkat dan sifat agresifnya mulai menurun, pertimbangan rasionalnya semakin tajam, memiliki sifat yang kreatif, suka berkarya dan selalu ingin menunjukkan eksistensinya.

Tempat berkumpulnya Pramuka Pandega disebut "Racana" yang berarti penyangga tiang bangunan (umpak: bahasa jawa). Secara simbolis Racana Pandega dikiaskan sebagai dasar penyanggah yang mempersiapkan inovasi baru, kekuatan cinta tanah air, pemimpin dan kepemimpinan masyarakat. Nama racana umumnya menggunakan nama Pahlawan, nama jenis senjata, nama kerajaan yang memiliki makna kebanggaan bagi seluruh anggota racana. Racana dipimpin oleh seorang ketua racana yang dipilih dalam musyawarah anggota racana. Racana Pandega idealnya terdiri atas 10 samapi 30 pramuka pandega, dan dalam melaksanakan tugasnya dapat membentuk sanggak kerja yang bersifat sementara sesuai dengan tugas yang dilaksanakannya.

Kewajiban utama seorang Pramuka Pandega adalah membina diri sendiri agar dapat mandiri, tidak menjadi beban orang lain, dapat melakukan pekerjaan yang merupakan usaha mempersiapkan diri dalam bentuk pengetahuan, keterampilan, untk dapat berbakti. Bakti Pandega dalam satuan Pramuka adalah sebagai instruktur keterampilan, membantu pembina dalam latihan siaga, penggalang, atau penegak. Bakti pandega di masyarakat seperti memberikan penyuluhan, menyelenggarakan lomba kebersihan, kegiatan gotong royong, membantu usaha sosial, membangun kelompok olah raga/ kesenian dan sebagainya yang berguna bagi masyarakat.


Demikian sekilas tentang golongan peserta didik dalam Gerakan Pramuka, semoga bermanfaat.
 Salam Damai!


Minggu, 26 Oktober 2014

Lagu Pramuka Populer


Salam Pramuka!


Lagu merupakan salah satu sarana pendidikan dalam Gerakan Pramuka. Kegiatan bernyanyi dapat meningkatkan fungsi otak bagian kanan yang dapat memupuk kemampuan kreativitas dan kecerdasan emosional peserta didik. 

Lagu dapat dikombinasikan dengan gerakan atau tarian dengan tujuan melatih kelembutan jiwa, kekompakan gerak. Dalam menyajikan lagu-lagu dan gerakan/ tarian kepada perserta didik, kita wajib menyeleksi lagu-lagu dan gerakan/ tarian tersebut, hindarilah menggunakan lagu dan gerakan yang seronok atau tidak etis yang menjurus pada gelora seksual.

Sesuai dengan misi Gerakan Pramuka, nyanyian dan tarian yang disajikan kepada peserta didik hendaknya dapat digunakan sebagai media untuk mendidikkan:
  1. ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. jiwa cinta tanah air, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  3. kepedulian kepada masyarakat, alam dan lingkungan.
  4. kepedulian kepada diri sendiri.
  5. rasa percaya diri.
  6. sikap teguh memegang komitmen yang ada.
Berikut ini adalah beberapa lagu Pramuka yang sudah populer dinyanyikan baik dalam pertemuan maupun latihan - latihan kepramukaan. 


LAGU - LAGU PRAMUKA POPULER
(format mp3-nya dapat didownload pada link download yang tersedia)

1. Hymne Pramuka

Kami Pramuka Indonesia, manusia Pancasila
Satyaku kudarmakan, Darmaku kubaktikan
Agar jaya Indonesia, Indonesia tanah airku
Kami jadi pandumu.


2. Selamat datang

Selamat datang kakak, selamat datang kakak
Selamat datang kami ucapkan
Selamat datang kakak, selamat datang kakak
Selamat datang kami ucapkan

Yaya... yaya...
terimalah salam dari kami yang ingin maju bersama-sama
terimalah salam dari kami yang ingin maju bersama-sama.


3. Selamat Jumpa

Selamat jumpa, selamat jumpa, selamat jumpa kawanku
Apa kabar, apa kabar, apa kabar kawanku
Gembira...., gembira...., hei...
Yae... yae... enak e, enak e, Hora... hore... hio...
Yae... yae... enak e, enak e, Hora... hore... hio...
senang e..., riang e..., puas e...., hei.


4. Apa kabar

Apa kabar, apa kabar, apakah kabarmu
Lama sudahlah lama kita tidak bertemu, Hei...
Apa kabar, apa kabar, apakah kabarmu
Lama sudahlah lama kita tidak bertemu,

Ya baik saja..., ya baik saja..
Kalau buruk itu ku tidak sengaja,
Ya baik saja..., ya baik saja..
Kalau buruk itu ku tidak sengaja.


5. Apa guna keluh kesah

Apa guna keluh kesah, Apa guna keluh kesah
Pramuka tak perna bersusah, Apa guna keluh kesah.


6. Lawan Sukar

Kalau bertemu sukar jangan dibiar dan putus asah
Sukar tentukan hilang kalau dilawan hati yang riang
Ayo kawan nyanyi bersama, biar sukar lari kesana


7. Vini Vana

Vini vini vini vini, Vana vana vana vana, Talu sitalu sie
Vini vini vini vini, Vana vana vana vana, Talu sitalu sie
Tamare samoa humpa humpa humpa papa,
tamare samoa  humpa humpa humpa papa.


8. Pramuka Sejati

Rajin terampil dan gembira senantiasa, praja muda karana
Sopan dan tak kenal rasa sombong bersahaja setia suka menolong,
Yayaya... itulah pramuka, pramuka sejati, sejati kata dan prilakunya
Yayaya... itulah pramuka, pramuka sejati, sejati kata dan prilakunya.


9. Mars Jayalah Pramuka

Gerakan Pramuka, Praja Muda Karana
Sebagai wahana kaum muda suka berkarya.
Kader pembangunan sebagai perekat bangsa
Disiplin, berani, dan setia, berakhlak mulia.

Bersatu padu menyongsong masa depan yang gemilang,
Satu Pramuka untuk satu Indonesia.
Melangkah maju menuju masyarakat yang sentosa,
Jayalah Pramuka, jayalah Indonesia.


10. Api Ungun

Api kita sudah menyala, api kita sudah menyala (canon)
Api, api, api, api, api,
Api ungun sudah menyala,
Api ungun sudah menyala.


11. Disinilah kita bertemu lagi

Disinilah, disini kita bertemu lagi
Disinilah, disini kita bertemu lagi (canon)
Salam, salam, salam, salam, salam, hei


12. Tirukanlah

Marilah bergembira, bergembira semua
Marilah bergembira, bergembira semua
Tirukanlah, tirukanlah, tiru, tirukanlah
Tirukanlah, tirukanlah, tiru, tirukanlah


13. Cinta Dunia

Inilah dunia cinta dan damai, inilah dunia harapan kita
Rela kita berdarma bakti bersama, inilah dunia kita
(*)
Oh indahnya dunia dunia, Oh hangatnya dunia dunia
Oh cintanya dunia dunia, Dunia kita

Hanyalah satu surya dan dunia, senyuman tanda persahabatan
Mendaki gunung menyeberangi lautan, inlah dunia kita (*)

Disana kita tegap berdiri, jadi pandu ibu pertiwi
Selalu bersatu anggota pramuka untukmu Indonesia (*)


14. Melati

Cempaka oh bunga cempaka, cempaka oh harum baunya
Gembiralah mari gembira, gembiralah bersama-sama.
(*)
Surya laka tua laka tua tuala, Surya laka tua laka tua tuala
Surya laka tua laka tua tuala, Silindung naure

Melati oh bunga melti, melati oh harum baunya
Gembiralah mari gembira, gembiralah bersama-sama (*)


15. Pisah hanya di lahirnya

Sudah tiba saat berpisah, pisah hanya dilahirnya
Di hati kita tetaplah satu, karena janji kita satu.
Dalam hati kita tetap ingat akan dasa darmaku
Pun tak ku lupa ku bersyukur, padaMu Tuhanku yang luhur.

Salam Damai !



Rabu, 15 Oktober 2014

Kode Kehormatan Anggota Gerakan Pramuka


Salam Pramuka!

Kode Kehormatan Pramuka adalah suatu norma atau nilai-nilai luhur dalam kehidupan para anggota Gerakan Pramuka yang merupakan ukuran atau standar tingkah laku seorang anggota Gerakan Pramuka.

Kode kehormatan ini terdiri atas dua macam kode, yaitu Satya Pramuka dan Darma Pramuka. Satya adalah janji yang diucapkan secara sukarela oleh seorang calon atau anggota Gerakan Pramuka setelah memenuhi persyaratan keanggotaannya. Janji ini diucapkan saat upacara pelantikan. Darma adalah ketentuan moral Pramuka. Darma merupakan landasan gerak seorang anggota Gerakan Pramuka.

Kode kehormatan Pramuka disesuaikan dengan golongan usia dan perkembangan jiwa dan jasmani anggota Gerakan Pramuka, yaitu:
  1. Kode kehormatan Pramuka Siaga: Dwisatya dan Dwidarma.
  2. Kode kehormatan Pramuka Penggalang: Trisatya dan Dasadarma.
  3. Kode kehormatan Pramuka Penegak, Pandega, dan Anggota Dewasa: Trisatya dan Dasadarma.

Berikut adalah Kode Kehormatan anggota Gerakan Pramuka:

Kode Kehormatan Pramuka Siaga :

DWISATYA
Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
  1. menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menurut aturan keluarga.
  2. setiap hari berbuat kebaikan.
DWIDARMA
  1. Siaga itu patuh pada ayah dan ibundanya.
  2. Siaga itu berani dan tidak putus asah.

Kode Kehormatan Pramuka Penggalang :

TRISATYA
Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersunguh-sungguh:
  1. menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila.
  2. menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat.
  3. menepati Dasadarma.
DASADARMA
  1. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
  3. Patriot yang sopan dan kesatria.
  4. Patuh dan suka bermusyawarah.
  5. Rela menolong dan tabah.
  6. Rajin, terampil, dan gembira.
  7. Hemat, cermat dan bersahaja.
  8. Disiplin, berani dan setia.
  9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.
  10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

Kode Kehormatan Pramuka Penegak, Pandega, dan Anggota Dewasa:

TRISATYA
Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
  1. menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila.
  2. menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat.
  3. menepati Dasadarma.
DASADARMA
  1. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
  3. Patriot yang sopan dan kesatria.
  4. Patuh dan suka bermusyawarah.
  5. Rela menolong dan tabah.
  6. Rajin, terampil, dan gembira.
  7. Hemat, cermat dan bersahaja.
  8. Disiplin, berani dan setia.
  9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.
  10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

Dengan adanya kode kehormatan Gerakan Pramuka, diharapkan pola tingkah laku atau tindakan para anggota Gerakan Pramuka akan menjadi lebih baik sesuai dengan tujuan dan sasaran dari pendidikan Gerakan Pramuka seperti yang tercantum dalam anggaran dasar Gerakan Pramuka. 

Demikian yang dapat saya bagikan, semoga berguna dan Salam Damai!


Minggu, 05 Oktober 2014

Tanda Pengenal Anggota Gerakan Pramuka


Salam Pramuka!

Tanda pengenal dalam Gerakan Pramuka adalah tanda-tanda yang dikenakan pada pakaian seragam Pramuka yang dapat menunjukkan diri seorang Pramuka, satuan, kemampuan, tanggungjawab, daerah asal, wilayah, tugas, kecakapan, dan penghargaan yang dimilikinya. Tanda pengenal ini dimaksudkan untuk mengenal diri seorang Pramuka, satuan, tempat, wilayah, tugas, jabatan serta kecakapan yang dimilikinya.

Tanda pengenal ini bertujuan untuk: 1) mendorong Pramuka untuk menggunakan haknya dan melaksanakan kewajibannya sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya.  2) memberikan gairah dan semangat kepada Pramuka untuk meningkatkan kemampuan, kecakapan dan karyanya menurut ketentuan yang ada sesuai dengan golongan usianya.  3) mendorong Pramuka untuk bersungguh-sungguh melaksanakan isi janji dan ketentuan moral serta mengamalkan pengetahuan dan kecakapannya sesuai tanda yang dipakainya.  4) menanamkan rasa persaudaraan di kalangan anggota Gerakan Pramuka dan anggota Kepramukaan Sedunia.  5) menanamkan kesadaran ikut memiliki, memelihara, dan bertanggungjawab atas dirinya sendiri, satuan, organisasinya, serta ikut mencapai tujuan atau cita-citanya.  6) menanamkan kebanggaan dan percaya diri sendiri serta mengembangkan daya kepemimpinannya.

Tanda pengenal Gerakan Pramuka secara garis besar meliputi:
  1. Tanda Umum: yaitu tanda yang dipakai secara umum oleh semua anggota Gerakan Pramuka yang telah dilantik. 
  2. Tanda Satuan: yaitu tanda yang menunjukkan satuan/kwartir tertentu, tempat seorang Pramuka bergabung mulai dari satuan terkecil di Gugus Depan sampai tingkat nasional. 
  3. Tanda Jabatan: yaitu tanda yang menunjukkan jabatan dan tanggungjawab seorang Pramuka dalam lingkungan Gerakan Pramuka. 
  4. Tanda Kecakapan: yaitu tanda yang menunjukkan kecakapan, keterampilan, ketangkasan, sikap dan usaha seorang Pramuka dalam bidang tertentu sesuai dengan golongan usianya. 
  5. Tanda Penghargaan: yaitu tanda yang menunjukkan jasa atau penghargaan yang diberikan kepada seseorang atas jasa, darma bakti, dan lain-lain yang dianggap cukup bermutu dan berguna bagi Gerakan Pramuka, Gerakan Kepramukaan Sedunia, masyarakat, bangsa, Negara, dan umat manusia.


Tanda pengenal yang termasuk tanda umum: tanda tutup kepala, setangan leher, tanda pelantikan, tanda harian, tanda kepramukaan sedunia. Yang termasuk tanda satuan: tanda barung/regu/sangga dan satuan terkecil lainnya, tanda gugus depan/ kwartir dan majelis pembimbing, tanda krida dan SAKA, lencana daerah dan tanda wilayah, tanda satuan pramuka luar biasa, tanda satuan lainnya. Yang termasuk tanda jabatan: tanda pimpinan barung/regu/sanggah dan lain-lain, tanda pimpinan/ wakil pimpinan krida dan SAKA, tanda keanggotaan dewan kerja penegak dan pandega, tanda pembina dan pembantu pembina, tanda pelatih pembina pramuka, tanda andalan dan pembantu andalan, tanda jabatan lainnya.

Yang termasuk tanda kecakapan: tanda kecakapan umum (TKU): siaga (mula, bantu, tata), penggalang (ramu, rakit, terap), penegak (bantara, laksana), pandega, tanda kecakapan pembina pramuka (mahir dasar, mahir lanjut). Tanda kecakapan khusus (TKK): penggalang/penegak/pandega (purwa, madya, utama), instruktur (muda, dewasa), pembina/pelatih pramuka (dasar, lanjutan). Tanda pramuka Garuda (siaga, penggalang, penegak, pandega).

Yang termasuk tanda penghargaan: untuk peserta didik seperti tisgor, tiska, bintang tahunan, lencana wiratama, lencana teladan; untuk orang dewasa seperti bintang tahunan, lencana pancawarsa, lencana wiratama, lencana jasa (dharma bakti, melati, tunas kelapa).



Demikian sekilas mengenai tanda pengenal yang dikenakan oleh anggota Gerakan Pramuka; ada pun gambar, bentuk dan ukurannya ditentukan dengan ketentuan yang berlaku dalam Gerakan Pramuka.



Semoga berguna dan Salam Damai.

Senin, 22 September 2014

Lambang Gerakan Pramuka


Salam Pramuka!

Lambang atau simbol suatu organisasi merupakan tanda pengenal tetap yang melambangkan keadaan, nilai dan norma yang dimiliki oleh setiap anggotanya yang memuat cita-cita yang dicanangkan oleh setiap organisasi. Demikian juga halnya dengan Gerakan Pramuka, tentunya memiliki lambang organisasi tersendiri.

Gerakan Pramuka berlambangkan gambar Silhoutte Tunas Kelapa yang diciptakan oleh (almarhum) Sunardjo Atmodipuro, seorang Pembina Pramuka yang waktu itu aktif bekerja sebagai pegawai tinggi departemen pertanian. Lambang ini digunakan sejak tanggal 14 Agustus 1961 pada panji-panji Gerakan Pramuka yang dianugrahkan Presiden RI kepada Gerakan Pramuka. Sesuai dengan SK Kwarnas no. 6/KN/72 tahun 1972, lambang ini telah mendapat hak paten dari Ditjen Hukum dan Perundang-undangan Departemen Kehakiman dengan keputusan no. 176634 tanggal 22 Oktober 1983, dan no. 178518 tanggal 18 Oktober 1983 tentang hak paten tulisan PRAMUKA.


Lambang Gerakan Pramuka ini memiliki arti atau makna kiasan sebagai berikut:
  1. Buah kelapa/nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan Cikal, dan istilah cikal bakal di Indonesia berarti penduduk asli yang pertama yang menurunkan generasi baru. Buah kelapa/nyiur yang tumbuh itu mengandung kiasan bahwa tiap Pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup Bangsa Indonesia. 
  2. Buah kelapa/nyiur dapat bertahan lama dalam berbagai keadaan. Lambang itu mengkiaskan bahwa seorang Pramuka adalah sehat dam kuat rohani dan jasmaninya, ulet, serta besar tekatnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup, dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi tanah air dan Bangsa Indonesia. 
  3. Kelapa/nyiur dapat tumbuh dimana saja, yang membuktikan besarnya daya upaya dalam menyesuaikan dirinya dengan keadaan sekelilingnya. Ini melambangkan bahwa seorang Pramuka dapat menyesuaikan diri dalam masyarakat dimana dia berada dan dalam keadaan bagaimana pun juga. 
  4. Kelapa/nyiur tumbuh menjulang lurus keatas dan merupakan salah satu pohon tertinggi di Indonesia. Melambangkan bahwa seorang Pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi dan lurus, mulia dan jujur, dan tidak mudah diombang ambingkan oleh sesuatu. 
  5. Akar kelapa/nyiur tumbuh kuat dan erat di dalam tanah, mengkiaskan tekat dan keyakinan seorang Pramuka berpegang teguh pada dasar-dasar dan landasan-landasan yang baik, benar, kuat dan nyata berupa tekad dan keyakinan yang digunakan untuk memperkuat diri dalam mencapai cita-citanya. 
  6. Kelapa/nyiur adalah pohon yang serba guna dari ujung atas hingga akarnya. Mengkiaskan bahwa seorang Pramuka adalah manusia yang berguna, dan membaktikan diri kepada kepentingan Tanah Air, Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta kepada umat manusia.
"Salam Damai"



Senin, 01 September 2014

Sejarah Singkat Gerakan Pramuka


Salam Pramuka!

Kepanduan masuk ke Indonesia pertama kali dibawa oleh orang Belanda dengan nama Nederland Indische Padvinders Vereniging (NIPV) yang berarti Persatuan Pandu-pandu Hindia Belanda. Organisasi kepanduan ini dengan cepat diterima oleh bangsa kita sebab sifatnya yang universal. Para pemuda sangat mebutuhkan organisasi yang bisa menampung aspirasi mereka sehingga berdirilah organisasi-organisasi kepanduan yang bercirikan nasionalisme. Organisasi kepanduan yang pertama didirikan adalah Javanse Padvinders Organisatie (JPO) pada tahun 1916 di Surabaya atas prakarsa Sultan Pangeran Mangkunegara VII.

JPO mempunyai pengaruh besar bagi para pemuda di daerah lainnya untuk mendirikan organisasi kepanduan lainnya seperti Jong Java Padvinders (JJP), National Islamitje Padvinders (NATIPIJ) Sarikat Islam Afdeling Padvinders (SIAP); yang pada waktu itu dianggap sebagai salah satu cara perjuangan para pemuda dalam usahanya mencapai kemerdekaan. Berdirinya organisasi-organisasi ini mebuat pemerinta kolonial Belanda sangat khawatir sehingga melarang para pemuda mengikuti kegiatan NIPV dan melarang menggunakan istilah Padvinders atau Padvinderij bagi organisasi pemuda waktu itu. Istilah "Pandu" dan "Kepanduan" dikemukakan pertama kali oleh KH Agus Salim dalam kongres SIAP di kota Banjarnegara, Banyumas, Jawa Tengah pada tahun 1928.

Tonggak kebangkitan nasional bangsa Indonesia adalah berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 dan peristiwa Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 yang menjiwai Gerakan Kepanduan Nasionalisme kita semakin maju. Dengan meningkatnya kesadaran nasional, muncullah niat untuk mempersatukan organisasi-organisasi kepanduan yang ada. Pada tahun 1930 muncullah Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI), pada tahun 1931 terbentuk ferderasi kapanduan dengan nama Persatuan Antar Pandu-pandu Indonesia (PAPI) yang kemudian berubah menjadi Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI) pada tahun 1938. Pandu Indonesia pertama kali mengikuti Jambore pada Jambore Dunia V di Volegenzang, Belanda pada tahun 1937 (Pandu Hindia Belanda).

Selama masa pendudukan Jepang, organisasi kepanduan dilarang sama sekali sehingga tokoh-tokoh kepanduan banyak yang masuk organisasi Seinedan, Keboidan, dan Pembela Tanah Air (PETA). Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 berdirlah Pandu Rakyat Indonesia (PARI) pada tanggal 28 Desember 1945 sebagai satu-satunya organisasi kepanduan di wilayah Republik Indonesia.

Setelah pengakuan kedaulatan NKRI, Indonesia memasuki masa pemerintahan liberal sehingga bermunculanlah kembali organisasi kepanduan seperti SIAP, Pandu Islam Indonesia, Pandu Kristen Indonesia, Pandu Katolik Indonesia, Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) dan lain-lain. Menjelang tahun 1961 kepanduan terpecah menjadi sekitar 100 lebih organisasi yang melemahkan nilai persatuan dan gerakan kepanduan Indonesia. Organisasi tersebut bergabung kedalam tiga federasi yaitu: Ikatan Pandu Indonesia (IPINDO) (13 september 1951), Persatuan Organisasi Pandu Putri Indonesia (POPPINDO) (1954), dan Perserikatan Kepanduan Putri Indonesia (PKPI).

Jambore Nasional Kepanduan pertama kali diadakan di pasar minggu, Jakarta pada tahun 1955 yang diselenggarakan oleh IPINDO. Selanjutnya ketiga federasi itu bergabung menjadi satu federasi yaitu Persatuan Kepanduan Indonesia (PERKINDO), namun sebagian organisasi anggota PERKINDO berada dibawah organisasi politik dan organisasi massa yang saling berbeda paham dan prinsip. Kondisi lemah kepanduan ini dimanfaatkan oleh pihak komunis memaksa gerakan kepanduan Indonesia menjadi Gerakan Pioner Muda seperti yang terdapat di negara-negara komunis.

Banyaknya organisasi ini membuat persatuan bangsa menjadi kurang baik, maka dengan bantuan Perdana Menteri Djuanda, tercapailah perjuangan untuk mepersatukan organisasi kepanduan kedalam satu wadah "Gerakan Pramuka" melalui  Keputusan Presiden RI No. 238 tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka pada tanggal 20 Mei 1961. Kepres ini ditanda tangani oleh Ir. Djuanda selaku pejabat presiden RI sebab saat itu Ir. Sukarno selaku Presiden RI sedang berkunjung ke negeri Jepang.

Gerakan Kepanduan Indonesia memasuki keadaan yang baru dengan nama Gerakan Praja Muda Karana atau Gerakan Pramuka berdasarkan Kepres RI No. 238 tahun 1961 tersebut. Semua organisasi melebur kedalam Gerakan Pramuka, menetapkan Pancasila sebagai dasar Gerakan Pramuka. Gerakan Pramuka tidak berstatus badan pemerintah, diselenggarakan dengan aturan demokrasi dengan pengurus (Kwartir Nasional, Kwartir Daerah, Kwartir Cabang, dan Kwartir Ranting) yang dipilih dalam musyawarah. Gerakan Pramuka berkembang menjadi organisasi yang sangat disegani dan telah berkembang dari kota ke kota hingga pelosok desa dan anggotanya pun semakin bertambah.



Demikian sekilas tentang sejarah singkat Gerakan Pramuka. Salam Damai!